Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

RSS

Renungan

        Bayangkan ketika kamu terbangun pada pagi hari. Kamu merasa terbangun seperti hari-hari sebelumnya. Lalu, kamu bangkit dari tempat tidurmu dan kamu menyadari sesuatu. Jiwamu tak ada di dalam ragamu. Ragamu terlihat dingin. Saat kamu berkaca, kamu tidak melihat apa-apa. Kamu seperti angin. Apa yang ingin kamu sentuh selalu lolos. Kamu menangis. Itu begitu lambat.
            Lalu, orangtuamu membuka pintu kamarmu dan melihat ragamu tergeletak kaku, dingin, dan tak bernyawa. Ingin kamu rasanya memeluk mereka. Tapi ingat, kamu tidak bisa.Kemudian, kamu melihat orangtuamu menguncang-guncang ragamu itu. Apa perasaanmu ? Ingin kembali ke ragamu, lalu bangun dan berkata “ Aku disini ayah, ibu. “
            Dan akhirnya, ragamu menyatu kembali dengan tanah dan itu membuat banyak orang membuang air matanya. Karena melepas kepergianmu. Padahal, untuk apa mereka menangis ? Toh, kamu tidak akan bisa kembali hidup.
            Bersyukurlah kepada Tuhan Yang Maha Esa karena masih memberimu berkumpul dengan keluargamu. Bersyukurlah masih bisa melihat kedua orangtuamu dan mendengar semua nasehat yang diberikan oleh mereka. Bersyukurlah Tuhan Yang  Maha Esa masih mengizinkanmu melihat mentari pagi dan kicauan burung yang merdu nan indah. Bersyukurlah dengan semua anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa agar kita tidak menjadi orang yang kufur nikmat. Amien.  

(sumber : novel)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar